Trader Jepang telah menemukan banyak pola candlestick. Semuanya sudah teruji oleh waktu. Tidak hanya retail trader, perusahaan finansial besar pun menganalisis candlestick chart (grafik candlestick) untuk memprediksi momentum pergerakan harga selanjutnya. Jika para trader melihat pola candlestick yang sangat mudah dikenali, mereka biasanya akan mengikuti sinyal dari pola tersebut. Hasilnya, probabilitas keberhasilan sinyal ini menjadi cukup tinggi.
Ada dua jenis utama pola candlestick: reversal (pembalikan arah) dan continuation (penerusan tren). Materi kali ini akan difokuskan pada pola-pola reversal.
Pola reversal candlestick adalah kelompok pola yang mengindikasikan bahwa sebuah tren akan berubah arah atau mengalami koreksi yang dalam.
Jadi, apakah ini berarti kalau saya mendengar istilah "pola reversal", perubahan tren akan langsung terjadi saat itu juga?
Tentu kita berharap begitu! Namun kenyataannya, perubahan tren terjadi secara perlahan, tahap demi tahap. Pola reversal candlestick hanya menunjukkan bahwa tren sebelumnya kemungkinan besar akan berubah, tapi belum tentu langsung berbalik arah seketika.
Ada dua faktor yang bisa meningkatkan kekuatan sinyal dari sebuah pola reversal:
-
Tren sebelumnya bergerak kuat dan curam.
-
Pola reversal muncul di dekat level Resistance atau Support yang kuat.
Pola Bullish
Kita akan mulai dengan pola bullish yang mengindikasikan pembalikan harga ke arah atas (upside reversal). Pola-pola ini biasanya muncul di penghujung sebuah downtrend (tren turun).
Hammer
Karakteristik Utama:
-
Jumlah candlestick: 1
-
Frekuensi kemunculan: Tinggi
-
Warna: Bebas, tapi warna bullish (hijau/putih) lebih baik
-
Ciri khas: Bodi (real body) pendek, upper shadow (sumbu atas) pendek atau nyaris tidak ada, dan lower shadow (sumbu bawah) yang panjang.

Pastinya, pola reversal favorit pahlawan super Thor adalah Hammer. Sesuai namanya, bentuknya memang mirip palu! Candle ini memiliki lower shadow yang panjang, idealnya minimal dua kali lipat dari ukuran real body-nya. Hammer menunjukkan bahwa meskipun seller (kaum bearish) sempat menekan harga ke level low (terendah) baru, mereka gagal mempertahankannya di sana dan akhirnya kalah saing dari buyer (kaum bullish) di akhir periode trading.
Sinyal dari Hammer akan lebih kuat dan valid ketika:
-
Hammer terbentuk setelah downtrend yang panjang.
-
Hammer diikuti oleh candlestick setelahnya yang ditutup di atas harga pembukaan (open price) dari candle Hammer tersebut.
Inverted Hammer
Karakteristik Utama:
-
Jumlah candlestick: 2
-
Frekuensi kemunculan: Sedang
-
Warna: Candle pertama bearish; warna candle kedua bebas.
-
Ciri khas: Candle pertama berada dalam fase downtrend, sedangkan candle kedua tidak memiliki lower shadow (atau sangat pendek) dan memiliki upper shadow yang panjang. Real body pada candle kedua berukuran kecil.

Ini pada dasarnya adalah pola Hammer yang posisinya terbalik. Namun, berbeda dengan Hammer tunggal, setup ini membutuhkan sebuah candlestick bearish tepat sebelum candle Inverted Hammer itu sendiri muncul. Sinyalnya akan jauh lebih kuat jika candlestick kedua (si Inverted Hammer) berwarna bullish. Pola ini membutuhkan konfirmasi berupa terjadinya breakout pada area Resistance terdekat atau menembus sebuah garis tren (trendline).
Morning Star
Karakteristik Utama:
-
Jumlah candlestick: 3
-
Frekuensi kemunculan: Sedang
-
Warna: Candle pertama bearish, candle kedua bullish/bearish, dan candle ketiga bullish.
-
Ciri khas: Candle pertama muncul saat downtrend, candle kedua dibuka dengan posisi gap down (melompat ke bawah), dan candle ketiga dibuka dengan gap up lalu ditutup setidaknya melewati separuh badan candle pertama.

Sedikit intermeso ilmu astronomi untuk Anda! "Bintang fajar" (morning star) adalah julukan untuk planet Merkurius. Jika Anda menatap langit dan melihatnya, berarti matahari akan segera terbit. Sama halnya dengan harga: ketika pola Morning Star muncul, harga bersiap untuk segera naik ke atas.
Candlestick pertama dari pola ini harus bearish dengan real body yang besar. Candlestick kedua harus dibuka dengan gap down (berada di bawah bodi candle pertama) dan memiliki real body yang kecil. Ini menunjukkan bahwa kekuatan seller mulai melemah. Warna candlestick kedua ini tidak menjadi masalah. Candlestick ketiga kemudian harus menutup celah (gap) bearish sebelumnya. Candle ini harus bullish dan ditutup di atas titik tengah (middle point) dari candlestick pertama.
Sinyal Morning Star akan lebih kuat dan valid ketika:
-
Pola ini muncul setelah downtrend yang kuat.
-
Pola ini terkonfirmasi oleh breakout pada trendline atau area Resistance terdekat.

Hmm... Sepertinya selalu ada gap (celah harga) yang memisahkan candlestick pada pola Morning Star ini. Apakah aturan ini berlaku untuk semua aset dan grafik (chart)?
Pola Morning Star yang ideal memang seharusnya memiliki gap di antara candle-candle penyusunnya. Namun, di beberapa pasar tertentu bisa ada pengecualian dari aturan ini, di mana harga open dan close bisa saja sama atau saling berdekatan. Anda sering menjumpai bentuk pengecualian ini di pasar Forex dan pada grafik intraday (contohnya, pada timeframe 5 menit atau 15 menit).
Morning Doji Star
Karakteristik Utama:
-
Jumlah candlestick: 3
-
Frekuensi kemunculan: Jarang
-
Warna: Candle pertama bearish, candle kedua bullish/bearish, dan candle ketiga bullish.
-
Ciri khas: Polanya hampir persis dengan Morning Star, hanya saja candlestick keduanya adalah sebuah Doji.

Seperti yang mungkin sudah Anda tebak dari namanya, Morning Doji Star secara praktis sama dengan Morning Star biasa, namun candlestick keduanya berbentuk Doji (harga pembukaan dan penutupan sama persis/sangat tipis). Pola ini memberikan sinyal reversal yang jauh lebih kuat dibandingkan sekadar pola Doji tunggal biasa.
Piercing Line
Karakteristik Utama:
-
Jumlah candlestick: 2
-
Frekuensi kemunculan: Sedang
-
Warna: Candle pertama bearish, dan candle kedua bullish.
-
Ciri khas: Pola ini muncul selama fase downtrend. Candle kedua dibuka di bawah atau sejajar dengan harga low sebelumnya. Harga penutupan (close) pada candle kedua harus melewati titik tengah dari bodi candle pertama, tapi tetap berada di bawah harga open candle sebelumnya.

Piercing Line dikenal sebagai salah satu pola bullish reversal klasik. Harga melompat turun (gap down) setelah candlestick bearish pertama, namun buyer mengumpulkan kekuatan dan mendorong harga naik kembali. Candlestick pertama harus besar dan bearish. Candlestick berikutnya harus bullish dan dibuka pada level di bawah atau sama dengan level low sebelumnya. Harga penutupan dari candle ini harus berada di bawah harga pembukaan candle pertama. Kedua real body dari pola ini posisinya harus berada cukup rendah di dalam grafik. Pola ini membutuhkan konfirmasi berupa breakout dari sebuah level harga yang signifikan atau trendline.
Bullish Harami
Karakteristik Utama:
-
Jumlah candlestick: 2
-
Frekuensi kemunculan: Sering
-
Warna: Candle pertama bearish, dan yang kedua bullish.
-
Ciri khas: Muncul selama fase downtrend. Candle kedua harus sepenuhnya "terbungkus" atau berada di dalam rentang real body candle pertama.

Kata "Harami" berarti hamil dalam bahasa Jepang. Ini bukan kebetulan: polanya memang terlihat seperti candlestick yang sedang mengandung anak! Candlestick pertama berukuran panjang dan bearish, sementara yang kedua berukuran kecil. Selain itu, candle kedua harus berada di "dalam" rentang bodi candle pertama. Sinyal reversal ini akan menjadi lebih kuat jika candle yang muncul setelah pola ini ditutup di atas harga close dari candle kedua (si "bayi").
Bullish Harami Cross
Karakteristik Utama:
-
Jumlah candlestick: 2
-
Frekuensi kemunculan: Jarang
-
Warna: Candle pertama bearish, dan candle kedua adalah Doji.
-
Ciri khas: Muncul selama downtrend. Candle kedua harus berupa pola Doji yang posisinya berada di dalam rentang real body candle pertama.

Situasinya sangat mirip dengan formasi Bullish Harami, namun candlestick keduanya merupakan sebuah Doji. Sinyal yang diberikan oleh pola ini lebih kuat daripada pola Harami biasa.
Three Inside Up
Karakteristik Utama:
-
Jumlah candlestick: 3
-
Frekuensi kemunculan: Sering
-
Warna: Candle pertama bearish, candle kedua bullish, dan candle ketiga bullish.
-
Ciri khas: Merupakan versi lanjutan (extension) dari pola Bullish Harami.

Ini adalah bentuk lanjutan dari pola Bullish Harami yang ditemukan oleh Gregory Morris. Setelah pola Bullish Harami terbentuk, candle ketiga berfungsi sebagai konfirmasi dari sebuah reversal. Candle ketiga ini akan ditutup di atas harga candle kedua. Harga open pada candle kedua bisa saja sejajar persis dengan harga close dari candle pertama. Kondisi di mana harga close candle kedua sejajar dengan harga open candle pertama juga mungkin terjadi. Namun, kedua situasi tersebut tidak boleh terjadi secara bersamaan. Dalam bentuk susunan ini, panjang shadow (sumbu) tidak terlalu penting.
Tweezers Bottom
Karakteristik Utama:
-
Jumlah candlestick: 2 (tetapi Anda bisa menambahkan lebih banyak).
-
Frekuensi kemunculan: Jarang
-
Warna: Bebas
-
Ciri khas: Candle bisa memiliki bentuk apa pun kecuali formasi four-price Doji (Doji yang hanya berupa garis datar). Level harga terendahnya (low) harus sejajar persis dengan level low candle sebelumnya.

Meskipun pola ini cukup jarang muncul di chart, akurasinya cenderung dapat diandalkan (reliable). Saat Anda melihat pola ini, kunci suksesnya adalah menemukan beberapa candlestick dengan pijakan harga terendah (equal lows) yang sama persis dan muncul di penghujung sebuah downtrend.
Bullish Engulfing
Karakteristik Utama:
-
Jumlah candlestick: 2
-
Frekuensi kemunculan: Sering
-
Warna: Candle pertama bearish, dan candle kedua bullish.
-
Ciri khas: Muncul selama fase downtrend. Candle kedua harus dibuka di bawah harga terendah (low) candle pertama dan ditutup di atas harga tertingginya (high).

Pola bullish yang cukup umum ini memberikan sinyal pembalikan arah ke atas (upside reversal). Pola ini menghasilkan sinyal reversal yang kuat karena pergerakan harga bullish secara visual sepenuhnya "menelan" (engulf) pergerakan bearish sebelumnya. Semakin besar perbedaan ukuran di antara kedua candlestick tersebut, semakin kuat pula sinyal beli (buy signal) yang dihasilkan.
Three White Soldiers
Karakteristik Utama:
-
Jumlah candlestick: 3
-
Frekuensi kemunculan: Jarang
-
Warna: Bullish
-
Ciri khas: Rangkaian 3 candlestick bullish. Yang pertama muncul sebagai bagian dari downtrend. Setiap candle harus dibuka di dalam rentang real body candle sebelumnya (lebih baik jika di atas titik tengahnya). Setiap candle ditutup pada level high baru, mendekati titik maksimumnya.

Ini adalah pola langka yang membawa sinyal reversal yang kuat. Ketiga candlestick harus memiliki real body yang besar. Setelah candlestick pertama, yang kedua dibuka di dalam bodi candle pertama lalu ditutup di atasnya. Candlestick ketiga kemudian harus dibuka di dalam bodi candle kedua dan ditutup di atasnya.
Fiuh, kami harap Anda bisa mengenali pola-pola utama bullish reversal ini! Di pasar aslinya memang masih ada banyak pola lain, tapi cukup jarang muncul di grafik (chart). Sekarang, mari kita pelajari pola-pola utama yang memberikan sinyal reversal ke arah bawah (downside).
Pola Bearish
Pada bagian ini, kita akan membahas lebih dalam tentang pola bearish reversal candlestick. Kebalikan dari pola bullish, pola-pola ini mengindikasikan pembalikan arah harga ke bawah.
Shooting Star
Karakteristik Utama:
-
Jumlah candlestick: 1
-
Frekuensi kemunculan: Tinggi
-
Warna: Bebas, tapi warna bearish (merah/hitam) lebih baik.
-
Ciri khas: Real body pendek, upper shadow (sumbu atas) minimal dua kali lipat lebih panjang dari bodi, dan lower shadow kecil.

Ini adalah salah satu pola reversal yang paling mudah disadari saat uptrend (tren naik). Kalau Anda melihatnya, bersiaplah mencari peluang sell! Upper shadow yang panjang menunjukkan bahwa harga tinggi tersebut sudah tidak diterima lagi oleh pelaku pasar. Real body pada pola ini harus berukuran kecil, begitu juga dengan lower shadow-nya.
Sinyal reversal dianggap lebih kuat ketika:
-
Upper shadow sangat panjang.
-
Terdapat gap antara candlestick sebelumnya dengan si Shooting Star.
-
Candlestick tersebut berwarna bearish.
Evening Star
Karakteristik Utama:
-
Jumlah candlestick: 3
-
Frekuensi kemunculan: Sedang
-
Warna: Candle pertama bullish, warna candle kedua bebas, dan candle ketiga bearish.
-
Ciri khas: Candle pertama panjang, candle kedua memiliki real body kecil, dan candle ketiga biasanya lebih panjang dari yang pertama. Terdapat lompatan harga (gap up) antara candle pertama dan kedua. Candle ketiga kemudian menutup celah bullish gap tersebut.

Secara visual pun, pola ini sudah terlihat jelas seperti pergerakan yang berbalik ke bawah!
Tepat sekali. Semakin sering Anda mengamati chart, akan semakin mudah bagi Anda untuk mengenali pola reversal dan mengambil tindakan yang tepat.
Evening Doji Star
Karakteristik Utama:
-
Jumlah candlestick: 3
-
Frekuensi kemunculan: Jarang
-
Warna: Candle pertama bullish, candle kedua Doji, dan candle ketiga bearish.
-
Ciri khas: Candle pertama dan ketiga panjang, sedangkan yang kedua adalah sebuah Doji.

Polanya sama persis dengan Evening Star, tapi candle keduanya harus berbentuk Doji. Meskipun cukup jarang terjadi, sinyal yang diberikan pola ini sangat kuat, terutama jika ada gap yang terbentuk memisahkan candle-candle tersebut.
Hanging Man
Karakteristik Utama:
-
Jumlah candlestick: 1
-
Frekuensi kemunculan: Tinggi
-
Warna: Bebas
-
Ciri khas: Memiliki real body kecil dan lower shadow yang panjang.

Apakah itu Hammer? Bukan, itu adalah Hanging Man! Berbeda dengan pola Hammer, pola yang satu ini muncul di penghujung sebuah uptrend. Kemunculannya bisa menjadi sinyal berakhirnya tren bullish, harga sudah mencapai puncaknya (top), atau sedang tertahan di level Resistance. Candle ini memiliki lower shadow yang panjang, minimal dua kali ukuran real body-nya. Warnanya bisa apa saja, meskipun jika berwarna bearish, sinyalnya dianggap lebih kuat.
Pola ini baru terkonfirmasi valid ketika candlestick bearish berikutnya ditutup di bawah harga pembukaan (open) dari candlestick yang berada di sebelah kiri pola ini.
Dark Cloud Cover
Karakteristik Utama:
-
Jumlah candlestick: 2
-
Frekuensi kemunculan: Sedang
-
Warna: Candle pertama bullish, dan candle kedua bearish.
-
Ciri khas: Candle pertama panjang; candle kedua harus dibuka di atas candle pertama lalu ditutup melewati titik 50% (separuh) dari bodi candle pertama.

Ini adalah "saudara bearish" dari pola Piercing Line. Candlestick bearish kedua mencoba menguji area high di atas candle pertama, namun gagal mempertahankan momentum bullish-nya. Akibatnya, harga berbalik ke bawah. Adanya konfirmasi berupa breakout pada level Support akan membuat sinyal ini menjadi lebih mantap.
Bearish Harami
Karakteristik Utama:
-
Jumlah candlestick: 2
-
Frekuensi kemunculan: Sering
-
Warna: Candle pertama bullish, dan candle kedua bearish.
-
Ciri khas: Muncul selama uptrend. Candle kedua harus sepenuhnya berada di dalam rentang real body candle pertama.
Candlestick "hamil" ini muncul di akhir sebuah uptrend. Bodi candle kedua sepenuhnya dibungkus oleh bodi candle pertama dan memiliki warna yang berlawanan. Sinyal dari pola ini terkonfirmasi valid ketika candlestick berikutnya berukuran besar dan berwarna bearish.

Bearish Harami Cross
Karakteristik Utama:
-
Jumlah candlestick: 2
-
Frekuensi kemunculan: Jarang
-
Warna: Candle pertama bullish, dan candle kedua adalah Doji.
-
Ciri khas: Muncul selama uptrend. Candle kedua berupa Doji yang posisinya berada di dalam rentang real body candle pertama.
Ini adalah setup langka di mana terdapat sebuah Doji di dalam real body candlestick pertama. Sinyalnya akan kuat jika candle berikutnya setelah pola ini dibuka dengan gap down.

Three Inside Down
Karakteristik Utama:
-
Jumlah candlestick: 3
-
Frekuensi kemunculan: Sering
-
Warna: Candle pertama bullish, candle kedua bearish, dan candle ketiga bearish.
-
Ciri khas: Merupakan versi lanjutan (extension) dari pola Bearish Harami.

Menurut Gregory Morris, candlestick ketiga yang ditutup di bawah harga close candle kedua itu sangatlah penting, sehingga ia harus dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari pola Bearish Harami. Panjang shadow pada pola ini tidak terlalu diperhatikan. Pola ini terkonfirmasi jika level Support atau garis tren (trendline) berhasil di-breakout.
Tweezers Top
Karakteristik Utama:
-
Jumlah candlestick: 2 (tetapi bisa ditambah lebih banyak).
-
Frekuensi kemunculan: Jarang
-
Warna: Bebas
-
Ciri khas: Candle bisa berbentuk apa saja kecuali four-price Doji. Titik tertinggi (high) dari candle kedua harus sejajar persis dengan titik high candle sebelumnya.

Pola unik yang memberi sinyal reversal ke arah bawah. Candlestick-nya boleh memiliki bentuk apa saja, kecuali Doji yang hanya berbentuk garis datar (four-price doji).
Bearish Engulfing
Karakteristik Utama:
-
Jumlah candlestick: 2
-
Frekuensi kemunculan: Sering
-
Warna: Candle pertama bullish, dan candle kedua bearish.
-
Ciri khas: Muncul selama uptrend. Candle kedua harus dibuka di atas harga high candle pertama dan ditutup di bawah harga low-nya.

Anda akan sangat sering menemui pola ini di chart. Setelah sebuah candlestick bullish, candle berikutnya muncul sebagai bearish dan dibuka di atas titik high candle pertama. Sinyal ini terkonfirmasi jika ia juga ditutup di bawah titik low candle pertama. Pola ini memicu sinyal reversal yang kuat karena pergerakan bearish "menelan" pergerakan bullish secara utuh. Semakin besar selisih ukuran kedua candlestick, semakin kuat sinyal jual (sell signal) yang ditimbulkan.
Three Black Crows
Karakteristik Utama:
-
Jumlah candlestick: 3
-
Frekuensi kemunculan: Jarang
-
Warna: Bearish
-
Ciri khas: Rangkaian tiga candlestick bearish. Setiap candle dibuka di dalam rentang bodi candle sebelumnya (lebih baik jika di bawah titik tengahnya). Setiap candle ditutup di titik low baru, mendekati titik minimumnya.

Tiga "burung gagak" alias candlestick bearish ini menandakan dimulainya sebuah tren baru yang turun. Pola ini cukup dapat diandalkan (reliable), namun mencari konfirmasi tambahan tetap disarankan. Konfirmasinya bisa berupa munculnya candlestick bearish dengan harga penutupan yang lebih rendah atau terjadinya gap down.
Kami telah memperkenalkan Anda pada jenis-jenis utama dari pola reversal candlestick. Kami sangat menyarankan Anda untuk menyimpan materi ini atau membuat rangkuman agar pemahaman Anda lebih matang dan proses belajar jadi lebih cepat. Mari kita rangkum apa yang sudah kita pelajari sejauh ini!
Ringkasan Materi
-
Pola reversal candlestick adalah sekumpulan pola yang mengindikasikan bahwa sebuah tren akan segera berubah arah atau mengalami koreksi yang dalam.
-
Terdapat pola reversal bullish dan bearish. Pola bullish menandakan pembalikan harga ke atas (upside), sementara pola bearish memberikan sinyal pembalikan harga ke bawah (downside).
-
Pola reversal menunjukkan bahwa probabilitas pembalikan harga cukup besar, namun belum pasti langsung terjadi. Agar reversal yang valid terjadi, tren yang mendahuluinya harus sudah solid dan curam.
-
Ada sangat banyak pola candlestick. Yang paling terkenal adalah keluarga Stars (bintang), Harami, pola Engulfing, Hammer, dan Hanging Man. Kebanyakan dari mereka membutuhkan konfirmasi berupa breakout pada suatu level psikologis yang penting.
-
Sinyal dari sebuah pola akan jauh lebih kuat jika di dalamnya terdapat formasi persilangan (memiliki Doji).