Edukasi : Trading Instrumen by 168 Forex

Instrumen Trading: Forex, Emas, Saham & Crypto

· ⏱️ 13 menit membaca
#apa itu forex#currency pair adalah#trading emas XAUUSD#trading minyak oil#jenis aset trading#belajar trading pemula

Saatnya mempelajari lebih lanjut tentang aset yang bisa Anda perdagangkan. Mulai dari mana? Mari kita bahas selangkah demi selangkah.


1. Pasangan Mata Uang (Currency Pairs)

Anda bisa menghasilkan uang dengan membeli dan menjual berbagai mata uang. Fakta bahwa setiap mata uang berfluktuasi (turun atau naik) terhadap nilai mata uang lainnya adalah alasan mengapa perdagangan valuta asing (foreign exchange) tumbuh menjadi salah satu bisnis terbesar di planet ini, dengan perputaran harian lebih dari 5 triliun dolar.

Anda mungkin sudah mengetahuinya dari pengalaman pribadi. Saat ingin bepergian ke luar negeri, Anda membeli mata uang negara yang dikunjungi. Sekarang, tentu saja Anda bisa membayar dengan kartu. Dalam hal ini, operasi pertukaran akan dilakukan oleh bank, dan Anda hanya melihat perubahan saldo akun Anda. Namun, pertukaran mata uang tetap terjadi. Selain itu, orang sering membeli mata uang asing, khususnya Euro atau Dolar AS, untuk menyimpan uang dan mendapatkan perlindungan dari inflasi pada mata uang lokal mereka.

Satu mata uang selalu diperdagangkan melawan mata uang lainnya. Bersama-sama, mereka disebut pasangan mata uang.

Dapatkah Anda menjelaskan pasangan mata uang dengan contoh?

Mari lihat pasangan yang paling populer, EURUSD. Euro berada di urutan pertama dan disebut mata uang dasar (base currency). Jika kuotasi untuk EURUSD adalah 1.20, itu berarti 1 Euro seharga 1,20 dolar – 1 dolar dan 20 sen (USD adalah mata uang kutipan atau counter currency).

Mari kita bedah dengan cara yang lebih sederhana. Bayangkan Anda sedang berbelanja di pasar. Dalam trading forex, mata uang selalu berpasangan, contohnya EUR/USD.

1. Siapa "Barang" dan Siapa "Uang"?

Agar mudah, anggap saja pasangan mata uang itu seperti label harga di toko:

  • Mata Uang Pertama (EUR) = Barangnya (disebut Base Currency).

  • Mata Uang Kedua (USD) = Alat Bayarnya (disebut Quote Currency).

Jadi, jika angka EUR/USD = 1.20, artinya:

"Untuk membeli 1 Euro (Barang), Anda butuh 1.20 Dolar (Uang)."

2. Kenapa Grafiknya Bisa Naik atau Turun?

Ini adalah aturan emasnya: Grafik selalu mengikuti nasib "Si Barang" (Mata uang pertama).

Kapan Grafik NAIK?

Grafik naik jika Si Barang (EUR) jadi lebih mahal atau lebih berharga.

  • Logika: Jika Euro makin perkasa, Anda butuh lebih banyak Dolar untuk membelinya. Angkanya berubah dari 1.20 → 1.30.

  • Kesimpulan: Base menguat = Grafik Naik.

Kapan Grafik TURUN?

Grafik turun jika Si Uang (USD) jadi lebih sakti atau berharga.

  • Logika: Jika Dolar Amerika makin kuat, Anda jadi bisa membeli Euro dengan harga lebih murah (karena nilai dolar Anda lebih tinggi). Angkanya berubah dari 1.20 → 1.10.

  • Kesimpulan: Quote menguat = Grafik Turun.

Ringkasan Sederhana (Rumus Cepat):

Kondisi Efek ke Grafik Analogi
Mata uang pertama (EUR) Kuat NAIK ↑ Harga barangnya jadi mahal.
Mata uang pertama (EUR) Lemah TURUN ↓ Harga barangnya jadi murah.
Mata uang kedua (USD) Kuat TURUN ↓ Uang Anda jadi sakti, bisa beli barang dengan harga lebih rendah.
Mata uang kedua (USD) Lemah NAIK ↑ Uang Anda kurang bernilai, butuh jumlah lebih banyak untuk beli barang.

Intinya: Jika Anda melihat grafik EUR/USD naik, itu artinya Euro sedang menguat ATAU Dolar sedang melemah. Keduanya memberikan hasil yang sama di layar monitor Anda.


Contoh Kasus Trading

Lihatlah grafik di bawah ini. EURUSD turun tajam pada 16 Juni. Apa alasannya? Federal Reserve (bank sentral AS) mengadakan pertemuan hari itu. Bank tersebut menyatakan akan mulai mengurangi dukungan finansialnya karena ekonomi AS pulih dari pandemi Covid-19 lebih cepat dari yang diharapkan. Berita bagus untuk USD! Akibatnya, EURUSD jatuh selama 3 hari berturut-turut!

Candle Stik Turun Setelah Federal reserve meetings.png

1. Kenapa "Berita Bagus" malah membuat Grafik Turun?

Ini adalah kebingungan paling umum. Ingat rumus pasangan mata uang EUR/USD:

  • EUR (Mata uang pertama) = Barang yang kita beli.

  • USD (Mata uang kedua) = "Alat bayar" atau harganya.

Jika ekonomi Amerika (USD) diberitakan bagus/menguat, maka nilai Dollar menjadi lebih mahal. Karena Dollar jadi lebih mahal, maka kita butuh lebih sedikit Euro untuk mendapatkan Dollar tersebut, atau dengan kata lain: Harga EUR/USD turun.

Analogi Gampang: Bayangkan EUR/USD adalah harga emas. Jika nilai rupiah menguat tajam (berita bagus untuk rupiah), maka harga emas biasanya akan terlihat "turun" dalam rupiah. Sama halnya dengan USD yang menguat, grafik EUR/USD pun merosot.

2. Apa itu Kalender Ekonomi (Forecast vs Actual)?

Kalender ekonomi itu seperti "Jadwal Rapor" negara-negara besar.

  • Forecast (Perkiraan): Tebakan para ahli sebelum data keluar.

  • Actual (Aktual): Angka asli yang diumumkan pemerintah.

Aturannya:

Jika Aktual > Forecast = Berita Bagus (Mata uang naik).

Pengecualian (Pengangguran): Kalau angka pengangguran lebih tinggi dari perkiraan, itu Berita Buruk. Logikanya: Masa iya negara bangga kalau orang yang nggak kerja makin banyak? Jadi, khusus pengangguran, angka yang makin kecil justru makin bagus untuk mata uang.

3. Fenomena "Buy the Rumor, Sell the Fact"

Ini soal psikologi manusia. Seringkali pasar sudah "heboh" duluan sebelum beritanya muncul.

  • Buy the Rumor: Orang-orang mendengar kabar burung kalau ekonomi AS bakal bagus. Mereka semua borong Dollar dari jauh-jauh hari. Harga Dollar pun naik duluan karena banyak yang beli.

  • Sell the Fact: Begitu beritanya benar-benar keluar dan hasilnya "cuma" sesuai ekspektasi (nggak luar biasa banget), orang-orang yang sudah untung tadi mulai menjual Dollar mereka untuk ambil profit. Akibatnya? Harga justru turun tepat saat berita bagus itu muncul.

Singkatnya: Pasarnya sudah "bosan" karena apa yang ditunggu sudah kejadian, jadi mereka pindah ke mainan lain.

4. Peran Federal Reserve (The Fed)

The Fed adalah Bank Sentral Amerika. Di teks tersebut, mereka bilang mau "mengurangi dukungan finansial".

Dulu saat Covid, ekonomi sulit, jadi pemerintah "bagi-bagi bantuan" (mencetak banyak uang). Ini membuat Dollar nilainya turun karena terlalu banyak beredar. Saat The Fed bilang mau menghentikan bantuan itu, artinya ekonomi sudah sembuh. Uang yang beredar akan dikurangi. Sesuatu yang jumlahnya makin sedikit (langka) pasti nilainya naik. Itulah kenapa USD jadi kuat dan EUR/USD turun tajam.


Forex Majors (Pasangan Utama)

Di bawah ini Anda akan menemukan daftar pasangan yang disebut ‘Forex majors.’ Perhatikan mereka dan katakan: apa kesamaan mereka?

  • EURUSD

  • GBPUSD

  • USDJPY

  • USDCHF

  • AUDUSD

  • NZDUSD

  • USDCAD

1. Apa itu "Forex Majors"?

Bayangkan mata uang di dunia ini seperti sebuah klub. Ada ribuan mata uang, tapi USD (Dolar Amerika) adalah "ketua geng"-nya. Mata uang Major adalah pasangan mata uang yang salah satunya wajib USD, dan pasangannya adalah mata uang dari negara-negara maju lainnya (seperti Euro, Yen Jepang, atau Poundsterling Inggris).

Kenapa disebut Major (Utama)?

  • Populer: Karena negara-negara ini punya ekonomi raksasa, semua orang di dunia butuh mata uang mereka untuk bisnis.

  • Dominan: 75% transaksi di seluruh dunia menggunakan pasangan ini. Ibarat jalan tol, ini adalah jalur yang paling sering dilewati kendaraan.

2. Apa itu "Likuiditas"?

Ini adalah istilah keren untuk menyebut "seberapa cepat dan murah sesuatu bisa dijual atau dibeli." Untuk memudahkan, mari kita gunakan perumpamaan Pasar Tradisional vs. Toko Barang Antik:

  • Pasar Tradisional (Likuiditas Tinggi): Anda ingin menjual beras. Di pasar, ada ribuan orang yang mau beli beras setiap detik. Anda bisa menjualnya kapan saja, harganya bersaing (murah biaya transaksinya), dan harganya bergerak terus karena banyak transaksi. Inilah gambaran Forex Majors.

  • Toko Barang Antik (Likuiditas Rendah): Anda ingin menjual lukisan kuno yang langka. Anda mungkin harus menunggu berhari-hari sampai ada kolektor yang lewat. Karena jarang yang jual-beli, biayanya jadi mahal dan harganya sulit diprediksi. Inilah gambaran mata uang Exotic.

Kenapa Trader suka yang "Likuids" (Cair)?

  • Volume Terbesar: Selalu ada lawan transaksi. Anda klik "Beli" sekarang, saat itu juga ada yang menjual. Tidak perlu mengantre.

  • Bergerak Dinamis: Harganya aktif bergerak, sehingga banyak peluang untuk ambil untung dari naik-turunnya harga.

  • Biaya Termurah (Spread Rendah): Dalam trading, ada biaya setiap kali Anda buka posisi. Karena peminatnya jutaan orang, broker memberikan biaya (selisih harga beli dan jual) yang sangat tipis.

Singkatnya: Forex Majors adalah "Produk Terlaris" di pasar dunia, dan Likuiditas adalah alasan kenapa produk itu sangat mudah dan murah untuk diperjualbelikan.


Crosses (Pasangan Silang)

Mungkin sulit ditebak dari namanya, tetapi kelompok ini terdiri dari pasangan mata uang yang terbuat dari mata uang utama selain Dolar AS. Tidak mungkin USD terus-menerus, bukan? Sebelum perdagangan mata uang ini dimungkinkan secara langsung, mereka harus dikonversi melalui Dolar Amerika. Trader harus melakukan dua transaksi dan bisa mengalami kerugian. Seiring waktu, pasangan silang telah menjadi umum, dan sekarang Anda dapat menemukannya di semua aplikasi trading. Berikut beberapa contohnya:

  • EURGBP

  • EURJPY

  • CHFJPY

  • GBPAUD

  • EURNZD

  • CADJPY

1. Kenapa trading "Cross Pairs" (Tanpa USD)?

Bayangkan Dolar AS (USD) adalah "Artis Utama" di panggung dunia. Biasanya, semua mata tertuju padanya. Namun, terkadang:

  • USD sedang "Mager" (Tidak Aktif): Harganya tidak bergerak naik atau turun secara signifikan (stagnan).

  • Analisisnya membingungkan: Ada terlalu banyak berita politik di AS yang membuat arah USD sulit ditebak.

Solusinya: Anda tetap bisa trading dengan memasangkan mata uang kuat lainnya, misalnya Euro (EUR) melawan Yen Jepang (JPY). Anda tidak perlu menunggu si "Artis Utama" (USD) bangun untuk mulai menghasilkan uang.

2. Contoh Hubungan Minyak dan Dolar Kanada (CAD)

Candle CAD turun.png

Ini adalah contoh korelasi. Kanada adalah "raja minyak" (salah satu pengekspor terbesar).

  • Logikanya: Jika harga minyak dunia naik, dunia butuh banyak Dolar Kanada untuk membeli minyak tersebut → Permintaan CAD naik → CAD Menguat.

  • Strateginya: Jika Anda melihat berita bahwa stok minyak dunia menipis (harga minyak bakal naik), tapi Anda malas menganalisis Dolar AS, Anda cukup lihat pasangan CADJPY.

  • Prediksinya: Minyak naik = CAD naik. Jadi, Anda beli (Buy) CAD terhadap JPY.

3. Memahami Mata Uang Eksotis (Exotic Pairs)

Nama "Eksotis" di sini bukan berarti indah seperti liburan di pantai, tapi lebih ke arah "Langka dan Liar".

Mengapa disebut Eksotis?

Karena mereka memasangkan mata uang negara maju (seperti USD) dengan negara berkembang (seperti Baht Thailand atau Lira Turki).

Masalah Utama di Pasangan Eksotis:

  • Sangat Volatil (Liar): Bayangkan sebuah perahu kecil di tengah badai. Karena ekonomi negara berkembang seringkali belum sekuat AS atau Eropa, berita politik kecil saja bisa membuat harganya melompat atau terjun bebas secara ekstrem.

  • Spread Tinggi (Biaya Mahal): Karena jarang ada yang memperdagangkannya (likuiditas rendah), broker biasanya mengambil biaya transaksi (selisih harga jual-beli) yang jauh lebih mahal daripada EURUSD.

Ibaratnya: Menukar Rupiah ke Dolar AS itu murah karena banyak yang butuh. Tapi mencoba menukar Rupiah ke Peso Meksiko di money changer lokal pasti biayanya mahal dan kursnya buruk karena jarang ada yang punya stoknya.

Contoh Kasus

Biasanya, pasangan mata uang ini lebih volatile (liar/bergejolak), yang artinya harganya sangat rentan mengalami pergerakan besar hanya karena keputusan atau kebijakan dari pemerintah. Contohnya, pada 22 Maret 2021, nilai Lira Turki anjlok hingga 15% setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan memecat gubernur bank sentral negaranya. Pergerakan drastis seperti ini memang bisa menjadi peluang emas bagi trader untuk meraup untung, namun di saat yang sama juga mendatangkan risiko yang sangat besar.

Selain itu, terkadang bisa juga muncul tren harga yang bergerak searah dalam waktu lama dan kuat. Hal ini tentu sangat menarik minat para trader karena mereka bisa "menunggangi" arus tren tersebut. Tapi perlu diingat, biaya untuk memperdagangkan mata uang eksotis ini biasanya lebih mahal karena likuiditasnya rendah (lebih sepi peminat dibanding mata uang utama). Pada akhirnya, mau memilih trading di mana pun, semuanya kembali lagi pada gaya trading dan strategi yang Anda gunakan.

exotic currencies Turkey Candle.png


2. Logam & Minyak (Metals & Oil)

Emas (Gold)

Untuk menemukan emas di aplikasi trading, cari kode XAUUSD. Emas diperdagangkan berpasangan dengan Dolar AS (USD), mirip dengan mata uang, meski ada faktor-faktor khusus yang memengaruhi harganya.

Trading emas dan investasi logam mulia sudah ada sejak berabad-abad lalu. Dulu, orang membeli emas untuk menyimpan kekayaan, dan kebiasaan itu masih ada sampai sekarang. Emas dianggap aset yang abadi. Itulah alasan kenapa para pemain pasar berbondong-bondong membeli emas saat mereka mencari keamanan atau ingin melindungi uang mereka dari inflasi (penurunan nilai mata uang).

Sebaliknya, saat ekonomi sedang bagus-bagusnya dan para trader berani mengambil risiko, mereka cenderung menjual emas sehingga harganya turun.

Sangat penting untuk terus memantau berita dan analisis pasar. Di instrumen emas ini, Anda bisa mengambil posisi beli (Buy) maupun jual (Sell).

Contoh Kasus: Pada 6 Agustus 2021, harga emas (XAUUSD) terjun bebas. Kenapa? Ternyata Amerika Serikat merilis data tenaga kerja yang jauh lebih bagus dari perkiraan, yang disebut Nonfarm Payrolls (NFP). Ini adalah salah satu laporan ekonomi paling berpengaruh yang menunjukkan berapa banyak warga Amerika yang mendapat pekerjaan di bulan sebelumnya (di luar sektor pertanian).

Emas dan USD punya hubungan terbalik. Saat USD menguat, emas cenderung turun, begitu juga sebaliknya. Karena data NFP yang bagus membuat USD melesat, harga emas pun akhirnya tertekan turun.

XAUUSD Canlde On August 6, 2021.png


Minyak (Oil)

Minyak adalah aset populer lainnya bagi trader di seluruh dunia. Pemain besar biasanya bertransaksi minyak di bursa komoditas berjangka (futures). Namun, trader individu seperti Anda juga bisa ikut memperdagangkannya (beli atau jual) melalui instrumen keuangan tertentu.

Harga minyak bergerak naik-turun karena hukum Suplai (seberapa banyak minyak yang diproduksi) dan Permintaan (seberapa banyak minyak yang dibutuhkan dunia). Ada dua jenis standar minyak utama di dunia: Brent dan WTI.

  • Di aplikasi trading, kodenya biasanya XBRUSD (Brent) dan XTIUSD (WTI).

  • Keduanya biasanya bergerak ke arah yang sama, tapi level harganya berbeda karena dihasilkan di wilayah yang berbeda.

Contoh Kasus yang Menarik: Harga minyak sempat jatuh sangat dalam pada April 2020 saat pandemi Covid-19 baru mulai. Kejadiannya sangat gila! Beberapa kontrak minyak bahkan harganya menjadi minus. Bayangkan, penjual sampai harus "membayar" pembeli agar mau mengambil minyak tersebut.

Hal ini terjadi karena ekonomi Amerika sedang lockdown. Akibatnya, stok minyak sangat melimpah karena tidak ada yang pakai, sampai-sampai Amerika kehabisan tempat untuk menyimpannya. Namun, setelah itu pasar minyak perlahan pulih kembali di tahun 2021.

Candle Harga Minyak Saat Covid.png


3. Indeks Saham & Saham

A. Saham (Satu Perusahaan)

Anda membeli aset milik satu perusahaan spesifik, misalnya Tesla (TSLA).

  • Kondisi: Jika Tesla melaporkan laba yang sangat besar, harga sahamnya melonjak.

  • Risiko: Jika terjadi masalah produksi pada pabrik Tesla, harga sahamnya jatuh.

  • Kesimpulan: Nasib investasi Anda bergantung 100% pada performa satu perusahaan tersebut saja.

B. Indeks (Kumpulan Perusahaan)

Anda membeli "keranjang" yang berisi ratusan perusahaan, misalnya S&P 500 (US500).

  • Kondisi: Di dalam US500 ada Apple, Microsoft, Amazon, Tesla, dan 496 perusahaan besar lainnya.

  • Risiko: Jika harga saham Tesla jatuh, investasi Anda tidak langsung hancur. Mengapa? Karena di saat yang sama, saham Apple atau Microsoft mungkin sedang naik, sehingga menyeimbangkan nilai investasi Anda.

  • Kesimpulan: Indeks mencerminkan kesehatan ekonomi sebuah negara secara keseluruhan, bukan hanya satu merek.

Perbandingan Singkat:

Jenis Contoh Fokus Utama
Saham Tesla (TSLA) Berita internal perusahaan & laporan keuangan tahunan.
Indeks S&P 500 (US500) Pertumbuhan ekonomi negara & kebijakan suku bunga bank sentral.

4. Mata Uang Kripto (Cryptocurrency)

Kripto adalah mata uang digital yang diamankan dengan kriptografi. Yang paling terkenal adalah Bitcoin, Ethereum, dan Litecoin. Trader menyukai kripto karena potensi pertumbuhannya yang besar dan sifatnya yang terdesentralisasi (tidak dikontrol bank sentral). Namun, ingat bahwa kripto sangat volatil.


Ringkasan Pelajaran

  • Terdapat berbagai instrumen perdagangan: pasangan mata uang, logam, minyak, indeks, saham, dan mata uang kripto.

  • Setiap jenis aset keuangan didorong oleh faktor-faktor tertentu.

  • Anda dapat melakukan diversifikasi perdagangan dengan memilih instrumen yang berbeda.


FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa itu instrumen trading?

Instrumen trading adalah aset yang diperjualbelikan di pasar, seperti mata uang, emas, saham, dan cryptocurrency.

2. Instrumen trading apa yang cocok untuk pemula?

Forex pair utama seperti EUR/USD cocok untuk pemula karena likuiditas tinggi dan pergerakan lebih stabil.

3. Apa perbedaan trading dan investasi?

Trading fokus pada keuntungan jangka pendek dari pergerakan harga, sedangkan investasi biasanya untuk jangka panjang.


Selanjutnya

Pelajaran berikutnya akan mengajarkan Anda cara melakukan perdagangan uji coba pertama Anda! Di pelajaran berikutnya, kamu akan belajar bagaimana cara membuka trade pertamamu.